Minggu, 10 November 2013
"HATI-HATI MEMILIH PACAR!!" (Tugas Psikologi Komunikasi)
Di jaman sekarang muda mudi mana yang tidak pernah yang merasakan yang namanya ‘Pacaran’ hampir sekitar 97% remaja mengaku sudah pernah berpacaran. Sebelum mendapatkan seorang pacar yang baik harusnya kita mengetahui semua tentang dia, sifat-sifatnya,latar belakangnya . Jangan sampai kita salah memilih seseorang untuk menjadi pacar kita seperti yang terjadi pada sebuah film karya mahasiswa ‘Universitas Atma Jaya’ disana diceritakan seorang wanita bernama ‘Melati’ menjadi korban kekerasan oleh pacarnya ‘Jaka’. Awalnya melati mengira Jaka itu sangatlah baik,perhatian tetapi lambat laun persepsi Melati salah. Jaka sering memukul dan mencaki-maki dirinya terlebih lagi apabila permintaannya tidak dituruti. Jaka mempunyai perilaku tersebut karna faktor dari kedua orang tuanya , dia sering melihat orang tuanya bertengkar,disetiap pertengkaran,bapaknya Jaka selalu memukuli dan mencaki-maki ibunya. Maka dari itu si Jaka mengikuti apa yang dilakukan bapaknya. Sebaiknya bagi kaum orang tua janganlah pernah memperlihatkan pertengkaran maupun tindakan kasar terhadap sang anak karna akan mempengaruhi psikologis sang anak di masa yang akan datang.
Melati tidak bisa bertindak apapun karena rasa cinta yang dimiliki terhadap jaka sangat besar, dan ia berharap Jaka bisa merubah sikapnya tetapi kenyataannya Jaka malah semakin berlebih-lebih maka dari itu seharusnya Melati harus berani untuk menolak dan melakukan perlawanan terhadap Jaka agar ia tidak dianggap lemah dan tidak semakin di perlakukan kasar oleh pacarnya . Melati tidak kuasa menahan bebannya yang kemudian diceritakan bebannya tersebut pada seseorang yang dianggap bisa menenangkan perasaannya yaitu seorang sahabat. Karna tidak tahannya melati pada tindakan Jaka yang semakin menjadi-jadi maka akhirnya ia berani untuk menolak permintaan Jaka dan memutuskan hubungan dengan Jaka . Waktu demi waktu berlalu, Melati mendapat informasi bahwa Jaka sudah mendapatkan pacar baru dan ternyata tidak hanya ia yang diperlakukan kasar oleh Jaka melainkan pacarnya Jaka yang baru juga sama halnya dengannya. Karena tindakan kasarnya itu kini Jaka pun menetap di penjara, Pacar barunya lah yang melaporkannya ke polisi.
Dari kisah ini kita dapat mengambil pembelajaran bahwa kita harus seselektif mungkin dalam memilih seorang pacar maupun pasangan hidup. Sebelumnya kita harus mengumpulkan informasi selengkap mungkin tentang pasangan kita agar dikemudian kelak persepsi kita tidak salah yang pada akhirnya kita yang menyesal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar